Burung Camar (2)

Burung camar itu indah. Paruhnya dan sayapnya pun melengkung bak bulan sabit. Ia terbang lincah kesana kemari tak bisa diam di antara buih buih dan lambaian pohon pohon kelapa tepi pantai.

Satu yang kusadari. Ia tampak berbeda. Ia tak sama dengan burung elang, yang tampak gagah dengan rentangan sayapnya kearah angin berhembus dan melesat dengan cepat. Bergerak lurus dan menukik. Ia selalu melawan angin, kadang tetap saja ia terbawa. Ia ingin seperti kolibri, tapi kenyataanya ia adalah camar. Tak inginĀ  camar lain seperti kolibri, ia terus melawan angin. Kadang alam tak mau mengalah. Ia terhempas. Ada yang melihat itu sebagai suatu keanehan. Ada juga yang seide. Bahkan ide yang lebih baik darinya. Sebagai pelopor, camar itu tertegun dan kadang kala menyerah begitu saja pada alam.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.