Hari 4
How is the 4th day??
Hari ke empat ini kegiatannya kurang berarti karena tidak ada jadwal. Memang jadi ga enak karena jadinya waktunya terasa lama sekali. Haduh. Mana tidak ada handphone atau internet, jadi tidak bisa berhubungan dengan dunia luar ataupun menghubungi keluarga di rumah. Mau bagaimana lagi? Karena kalau disini handphone itu harus dibeli bersama penanggung jawab yang berumur 20 tahun ke atas. Jadi ya saya Cuma berdiam diri di kamar, turun ke bawah untuk masak, naik lagi dan mungkin belajar-belajar sedikit untuk persiapan placement test besok tanggal 5 Oktober hari selasa. Ya sekalian nulis-nulis kaya gini juga. Eh tiba-tiba ada asri menelpon katanya angkatan atas yang bernama Lyla ingin bertemu dengan junior-juniornya. Tapi belum pasti nanti dikabari lagi. Ya lumayan juga sih biar ada kerjaan gitu keluar rumah. Tadinya sih kalau tidak ada kerjaan juga nanti sore saya ingin pergi berjalan-jalan berpetualang. Tetap saja SAYA BUTUH HANDPHONE.
Setelah lama berdiam diri ngutak ngatik buku dan memasak spaghetti carbonara gagal haha. Sebenernya bumbu white sauce itu apa sih? Katanya tepung sama susu? Terus gimana? Karena tadi coba saya masukin semua dan rasanya hambar, tak ada rasa. Untung ada sambal udang muncul sebagai penyelamat. Mantab dah kriuk kriuk. Dan untungnya saya ga muntah makan spaghetti hambar itu. Haha setelah itu kebosanan pun muncul kembali. Saya pun tertidur sejenak. Tiba-tiba ada ketukan pintu terdengar. Ternyata itu karim. Kita ngobrol-ngobrol sebentar dan ternyata dia juga senang main capsa, lumayan lah kita main sebentar dan kami pun berencana pergi lagi ke shinjuku. Soalnya dia ingin sekali secepatnya beli sebuah laptop. Mungkin orang sekarang memang tidak bisa hidup tanpa laptop. Sama layaknya handphone bagi saya. AAAAA. Tidak lama pun sebelum jam 4, asri mengabarkan bahwa Lyla hari ini belum tentu bisa mengadakan pertemuan. Yasudahlah kita juga sekalian mau pergi soalnya gak papa juga.
Kurang lebih jam 4 pun kami berangkan ke Ookubo station untuk pergi ke Shinjuku. Seperti layaknya kampung sendiri, kami sudah tidak nyasar lagi. Kami juga sudah terbiasa dengan jarak berjalan yang cukup jauh. Lumayan itung-itung olahraga. Segerapun kami sampai di BIC CAMERA yang terbesar. Karena waktu yang cukup banyak, kami lihat-lihat dulu di setiap lantai ada apa. Muncullah headphone impian, yaitu Dr.Dre’s Beat haduh. Sekitar 30-40.000 yen. Harus nabung buat beli headset kaya gitu. Amiiin. Setelah itu langsung lihat-lihat laptop. Lumayan banyak pilihannya. Tapi kami terpikir kalau bahasa jepang gimana pakainya? Setelah kami tanya Cuma ada DELL yang bisa pakai bahasa inggris. Tapi harganya juga tidak cocok dan barang tidak ready. Dia harus rakit dulu yang seperti itu. Jadi ribet juga ya. Setelah berpikir agak lama, karim pun mengurungkan niat dulu dan pergi ke LABY, salah satu toko elektronik terbesar juga di Shinjuku. Sebelum itu saya ingin melihat-lihat setrika dan vacum cleaner ecek-ecek lah buat bersihin kamar. Harganya sekitar 3000 yen. Ya kita survey dulu lah daripada daripada hehe. Setelah itu kita langsung menuju ke LABY. Ternyata di LABY sama sekali tidak ada laptop yang berbahasa inggris. Inilah bukti kecintaan penduduk terhadap negaranya. Dan mereka bangga akan itu. Tetap disiplin dan semangat di kehidupan yang keras ini. Tetap teguh pendirian dan KREATIF, yang satu ini gak habis pikir. Bener-bener kreatif ini orang-orang alien jepang. Ada kipas tanpa kipas dengan prinsip bernaulli. Gila. Sayangnya saya ga sempet foto kipas itu. Niat karim beli laptop hari ini pun gagal
Karena waktu sudah menunjukkan jam 6 lewat, kami buru-buru pulang untuk melaksanakan shalat maghrib. Kamipun mencoba shalat di mesijid yang kemaren di tunjukkan oleh akbar. Dan yak mesjid itu pun ketemu. Ada di lantai 4. Kecil rapih dan menyenangkan. Ada juga alquran berbahasa indonesia di situ, hontouni uresiidesu. Kami pun shalat maghrib dan sembari menunggu waktu isya datang karena memang sampainya sudah mepet sekali. Sekalian saja. Astaghfirullah. Setelahh seesai shalat isya saya pun membeli bahan makanan lagi seperti saos dan ayam beku. Semoga masakan saya kali ini berhasil dengan sempurna!! Karim pun ikut berbelanja. Kali ini saya juga membeli sebuah kartu telfon Internasional. Lumayan katanya bisa bicara sampai 1 jam. Berbagai toko kita masuki. Dan akhirnya perutpun terasa lapar. Karena saya juga belum bikin nasi, dan sebenarnya pingin coba makanan india yang ada di depat Ookubo, akhirnya kita makan disitu. Porsinya banyak banget beneran dah. Lumayan juga buat makan besok pagi lagi hehe, jadi dibungkus deh setengahnya.
Sampai rumah, saya langsung mau coba kartu telpon yang telah saya beli. Dari telfon kamar susah sekali, walaupun masuk dan suruh masukin PIN nya, tetep gak nyambung. Saya sempet putus harapan. Akhirnya saya sempet memutuskan untuk mencoba memakai telfon umum yang ada dibawah. Setelah berkonsultasi dengan aisyah dan temannya, mereka juga tidak tahu cara penggunaannya bagaimana. Saya tetap mencoba. Beberapa kali saya ulangi, akhirnya nyambung!! Saya ngobrol agak lama sama ibuy dan ayah, lumayan. Soalnya kemarin saya menelfon dan pulsanya habis seketika. Huah senang. Akhirnya hari inipun berakhir bahagia.