Hari ke3 (mikka)

Yak hari ke tiga, jugatsu tcuitaci. 1 oktober. Hari ini jadwalnya gaikokujin torokushoo, yaitu buat alien card, karena saya akan menjadi alien disini cukup lama. Sebelumnya alien itu makhluk asing, dan sebenernya mereka itu yang alien buat saya haha. Jadi kartu ini sebagai izin melihat-lihat kehidupan alien disini.

Memang sih jadwalnya itu dimulai sekitar jam 9.30, tapi untuk shalat shubuh saya tetap bangun sekitar jam 4.30 A.M.. Rasanya dingin beneerrr. Saya juga mau coba mandi sekitar jam segitu, takut belum masuk waktu shalat shubuh, lalu saya mandi dulu kebawah. Alhasil tidak ada orang sama sekali. Masih sepi. Saya memberanikan diri buat mandi lah. Yang itu namanya air ya kaya es batu berjatuhan, dingin banget. Mau gimana lagi, sudah terlanjur basah (dalam arti yang sebenarnya). Ya saya teruskan saja berbeku-beku ria di kamar mandi. Setelah itu saya naik keatas. Tadinya mau bikin makan, tapi pintu dapur belum dibuka. Ya jadi langsung naik ke lantai 5 nan jauh itu. Setelah itu saya tidur lagi. Sayang masih sekitar 3 jam lagi, mending dipakai buat tidur.

Sekitar jam 8 saya bangun. Kerasa banget kalau jarang bergerak jadi kerasa ngantuk dan capek. Tapi kalu kita bergerak, di isi macem-macem kegiatan, kita mungkin merasa capek sedikit, tapi hidup kita jadi lebih berisi, ga diem ngantuk-ngantukan. Setelah jam 8 saya bangun itu, saya memulai kebiasaan baru saya, yaitu menulis blog harian gini. Bodo amat orang mau mikir kaya apa, definisi blog itu apa, seharusnya blog itu seperti apa, tapi demi menyalurkan kesendirian ku ini, saya menulis blog seperti buku harian kaya gini. Biasa lah.. hari-hari pertama pasti banyak yang diceritakan. Semoga sampai akhir masih akan banyak sekali yang diceritakan, walau bisa jadi nanti saya sangat sibuk, doakan saja, minimal seminggu sekali lah. Gak kerasa saking asiknya nulis, udah jam 9.15. okada san wa boku ni denwa o kakemas. Ms. Okada menelpon ke kamar, agar disegerakan turun ke Lobby. Untung sudah sadar dan sudah setengah bersiap-siap, saya pun turun dengan cepat. Dan dibawah sudah berkumpul orang-orang yang ingin juga mendaftarkan di permainan alien card ini.

Ada sekitar 11 orang tepatnya. Tepat sekali sih sebenernya. Kami pun ke11an ini berkenalan selagi kami berangkat ke shinjuku ternyata, untuk daftar alien card dan asuransi kesehatan. Di gedung kementrian. Setelah setengah jalan kami semua pun sudah berkenalan, karena jalannya lumayan jauh ya kami ngobrol-ngobrol agak banyak. Ada 7 orang dari thailand, dan 2 orang sepertinya dari taiwan, sisanya saya dan karim dari Indonesia. Semoga saya masih inget namanya, dari thailand. Not, Tod, Peace, Jade, Wise, Aist, dan Book, haha semua nama itu kayanya nama Inggris mereka, bukan nama asli. Kalau yang dari Taiwan itu Andy dan Kevin. Sama juga, itu bukan nama asli mereka. Kami ngobrol ngobrol banyak dan standar. Kaya orang yang baru pertama bertemu aja. Akhirnya kita semua sampai di shinjuku dan sampai juga di kantor kementrian. Untung tidak lupa dengan bawaan dokumen yang diperintahkan untuk dibawa sebelumnya, kami semua mengikuti prosedur pendaftaran aliencard dan health assurance. Di dalam pembicaaraan kali ini, ternyata dari yang saya ketahui, anak-anak dari thailand ini dibiayai dari S1 sampai S3 tingkat Doktoral, Wow. Mereka bukan berasal dari beasiswa monbugakusho, mereka diberi beasiswa dari pemerintahnya sendiri, pemerintah thailand. Sekitar 10 tahun disini. Ahaha dan baru berjalan 5 hari, lebih banyak 2 hari dari saya.

Entah kenapa, sekitar jam 11.30, prosedurnya di namakan “menunggu” dan selesainya sekitar jam 2 siang.  Teringat hari ini adalah hari Jum’at. Kita mau shalat jumat dimana? Jadi pertanyaan terbesar. Memangsih kemarin diberi tahu kalau setiap jumat di dormitoy itu ada shalat jumat. Setelah lama berkonsultasi dan mencari-cari seuprit tempat kosong untuk shalat, kesimpulannya kita akan minta izin untuk kembali ke ryou. Dan okey, kami akan berpetualang. Setelah di minta izin, dan benar kami memang berpetualang di Shinjuku. Dengan jalan yang tidak sesuai dengan jalan yang pertama kali membawa kita ke kantor kementrian, kami pun berpetualang dibawah tanah. Mutar muter wara-wiri, lumayan jauh juga, kami akhirnya sampai ke JR Line, yaitu lajur no. 16 dan jalur itulah yang bisa membawa kami pulang ke Ryou. Aman sudah. Walaupun ketemu dan naik keretanya itu sekitar jam 11.48 masih sempat kami kembali ke Ryou sebelum shalt jum’at dimulai. Setelah itupun tidak lama kami shalat jumat dengan teman-teman semua yang sedah istirahat. Shalat jumat berlangsung dengan cepat. Dan lalu selesai. Kami butuh makan. Makanan halal. Eh ada syokudou di ryou dan saya pun mencobanya. Kami di beri tahu sama M.H. dan Akbar. 2 orang lulusan Monbusho D3 tahun lalu. Saya dan karim pun angsung menuju ke syokudou tersebut. Tidak terlalu mahal, hanya 380 yen saja, dari pada makan diluar yang bisa sampai 700 – 800 yen. Tapi memang yang lebih baik bikin sendiri sih. Jauh lebih murah. Dan nanti malam saatnya saya praktek membuat makanan sendiri. Setelah selesai makan, karena tidak ada sesuatu pun yang ingin dikerjakan, kami pun langsung pergi balik lagi ke shinjuku. Karena sudah agak berpengalaman, kami pun tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam pengembalian diri ke kementrian ini.

Memang tidak begitu lama karena tujuannya Cuma mengambil dan bayar iuran, kami semua serombongan pun  selesai dengan cepat. Mulai dari sini terserah rombongan mau jalan sendiri-sendiri atau berkelompok, pokoknya bebas mulai dari sini. Saya dan karim pun memilih berjalan-jalan bersama anak-anak dari thailand yang sedang mencari peralatan elektronik. Kami pun ke sebuah toko yang bernama BIC CAMERA. Toko yang super gede dan isinya semua elektronik. Tujuan saya Cuma mau lihat-lihat handphone yang ingin saya beli. Memang banyak sekali pilihan handphone. Dan saya akhirnya memutuskan bahwa nanti tanggal 7 saya akan membeli sebuah Iphone 4. Selain handphone nya sendiri 0 yen, iphone memiliki banyak keunggulan salah satunya skype. Yang memungkinkan kita berhubungan melalui internet dan menhemat banyak sekali biaya. Dan di BIC CAMERA ini karim dan salah satu teman dari thailand ingin sesegera mungkin untuk membeli laptop. Mungkin kita yang sekarang ini tidak bisa hidup tanpa laptop ya kan? Si Not (teman thailand) ingin membeli laptop yang sepsifikasinya cukup tinggi dan katanya yang setidaknya bisa disandingkan dengan alienware sebagai pembanding. Sedangkan karim hanya ingin membeli laptop untuk kebutuhan minimum. Setelah lama berputar-putar, kami tidak menemukan yang cocok di BIC CAMERA, kami pergi ke BIC CAMERA yang lainnya. Setelah di beri tahu ada 3 BIC CAMERA masing masing 5 lantai itu yang terletak di Shinjuku. Haduh bisa gawat kalau begini. Banyak banget. Akhirnya kita menentukan tempat berkumpul waktu jam 3.30 di lobby yang namanya hall C. Saya juga berniat melihat-lihat gitar untuk main-mainan di kamar. Ternyata tidak ada, semua adalah alat musik elektronik. Si penjaganya bilang mungkin kalau di dalam pepe itu ada yang jual alat musik akustik. Akhirnya saya kembali kerombongan lihat-lihat laptop. Dan 3.30 pun datang. Saya dan karim pun memutuskan untuk pulang ke asrama karena kami dipinjami kartu gratis shinjuku ookubo oleh mufli dan akbar, dan kami harus mengembalikkannya, takut-takut mereka mau pulang cepat. Sebelum pulang kami pergi ke pepe. Kalau saya ingin lihat gitar dan ke 100 yen shop buat beli peralatan. Tidak begitu lama, kami pun kembali pulang ke asrama. Sebenarnya perjalanannya cukup lama karena jauh dari stasiun, tapi apa yang mau diceritakan? Isinya Cuma saya melihat alien2 yang bergerak.

Setelah sampai di Dormitory, saya beristirahat sejenak dan teringat saya ingin membeli beras dan bahan-bahan makanan yang lain. Saya turun ke lobby untuk bertanya kepada senpai-senpai. Dari pembicaraan mereka, ada seorang teman seangkatan mereka yang sakit cukup parah. Dan ereka ingin membantu sebisanya untuk menolong ibunya yang sedang pindahan penginapannya disini. Sekalian itu, setelah shalat maghrib saya di antar ke toko halal dan di beri tahu tempat-tempat yang murah untuk membeli bahan-bahan pokok karena tidak begitu jauh dari stasiun ookubo. Saya di antar sampai ke tempatnya. Di jejeran situ banyak toko-toko halal yang berkeliaran, dan katanya harganya cukup terjangkau. Saya membeli beras dan kecap manis untuk masak besok. Sepulangnya dari situ saya juga membeli minyak dan telur.

Tidak terasa sekali, jalan-jalan yang lumayan jauh tadi, ketika saya sampai di asrama, baru menunjukan pukul 7 malam. Tanpa basa-basi, saya mencoba membuat nasi dengan rice cooker baru saya. Wiih dengan kesabaran saya menunggu, beras yang dimasukkan Cuma sedikit. Mengerjakan sesuatu yang lain seperti menulis blog ini, dan beres-beres kamar yang selalu hancur. kurang lebih 1 jam, nasi pun jadi selesai dimasak. Enak banget, suer. Apa mungkin efek rice cooker baru? Haha yang penting enak. Makan malam saya berakhir pada pilihan lauk abon, karena males turun buat masak lagi. Besok pagi aja. Cukup banyak saya masak, akhirnya karim pun saya beri sebagian nasi yang saya buat. Dan hari pun berakhir. Karena efek kenyang saya langsung mengantuk, dan ja 12 malam pun saya tertidur lelap.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.