Minggu 1

Gak kerasa sudah 1 minggu saya di Jepang.

Kemarin pagi saya sudah disambut dengan penyambutan siswa baru di gakkou ini. Isinya Cuma berbagai sambutan dari petinggi-petinggi jasso dan monbukagakusho. Lucunya orang jepang itu kalau berbicara biasanya ada text yang sudah disediakan\. Jadi kita bisa baca walaupun gak bisa kedengeran. Upacara penyambutan itu tidak berlangsung lama. Cuma kurang lebih setengah jam, kita pun setelah itu langsung di giring untuk melakukan placement test. Wow. Semoga saya di tempatkan di kelas yang terbaik buat saya. Isi testnya nihongo, matematika dan bahasa inggris. Tapi yang jadi pusat perhatian disini adalah nihongo. Dia terdiri dari 3 tingkatan; A, B dan C. Semakin keatas semakin sulit. Yang B aja gak bisa, yang C saya gak mau lihat. Tapi sepertinya kebanyakan siswa dari korea atau china itu rata-rata sudah bisa berbahasa jepang. Mungkin karena dialek dan bentuk hurufnya lumayan mirip, atau juga karena mereka sudah belajar intensif lebih dari 1 tahun. Ya lumayan serulah testnya, gak tau hasilnya gimana.

Nah hari ini tanggal 6, jadwalnya kami, saya dan karim akan membuat akun bank. Artinya selangkah lebih dekat ke benda yang bernama handphone dan internet. Mantab. Sebelum itu kami pun harus bertemu salah satu bos dari mitsui, saya lupa kalau namanya. Kami pun bertemu di Ookubo station pukul 08.40. setelah itu pergi naik kereta ke daerah yang bernama takebashi (jembatan bambu). Di daerah itu terletak kantor mitsui yang besar sekali. Kami naik, dan bertemu kedua orang tersebut. Cuma ngobrol-ngobrol sebentar, setelah itu selesai, dan kita langsung ke bank. Ngurus macem-macem, nulis sana nulis sini, dan setelah itu di proses. Sekitar 1,5 jam diproses, kami menunggu sambil makan siang. Kami makan yang namanya osushi. Berbeda dengan bayangan kani, sushi ini rasanya sangat berbeda dari yang di indonesia, lebih enak dan lebih tidak asin. Apalagi telurnya, jauh lebih enak. Lumayan lah makan siang gratis, kan dibayarin sama kadohira san, ibu angkat saya di jepang. Setelah itu kami balik lagi ke bank. Numpang shalat dan mengambil buku bank yang dibuat. Oh iya, saya belum cerita yang namana seal atau inkan. Itu adalah sebuah cap pengganti tanda tangan yang berwarna merah bertuliskan nama sendiri. Keren abis dah. Cadi tinggal di cap gitu. Selesai deh.

Setelah semuanya selesai, saya diantar ke takebashi, dan pulang sendiri haha. Gila nih nyasar gak ya? Ternyata tidak. Kami bisa sampai dengan selamat di shinjuku. Tapi ditengah perjalanan ada insiden. Saya sakit perut parah gila sampai kunang-kunang mau pingsan. Ternyata gara-gara selai roti yang saya makan tadi paginya. Sebuah selai jeruk. Sebenernya juga pertamanya saya kira selai nanas. Taunya selai jeruk dan mungkin lambung saya sudah gak kuat. Jadi akhirnya saya berhenti di salah satu stasiun dan numpang berbisnis disana. Haduh untung gak pingsan duluan. Setelah sampai di shinjuku, memang banyak sekali godaan material dijepang. Saya ingin sekali membeli macam-macam barang. Jas, Tas, Sepatu, Ipod, Kamera, haduh masih banyak lagi, ya kalu di hitung-hitung totalnya sekitar 1 bulan jatah beasiswa yang dikasih lah haha, berapa bulan nabung ya?? Doain aja ke beli semua. Amiiin.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.