Tuman
Ini hari keberapa ya?
Maaf saya sudah mulai bosan menulis setiap hari hehe. Tapi beberapa hari sekali pun saya pasti akan tetap menulis. Tulisan ini memang mungkin gak nyambung sama keberadaan dan kegiatan saya disini, tapi saya ingin menulisnya.
Tuman. Apakah itu tuman? Udah di tutur di eman-eman. Haha asal aja. Sebenarnya keberadaan tuman itu ada atau tidak? Apakah itu hanyalah sebuah halusinasi semata? Apakah keberadaannya hanya takhayul?
Ternyata keberadaan makhluk tak nampak itu pun sebenarnya ada dalam lubuk dari sebagian jiwa-jiwa manusia. Sudah di beri hati minta jantung. Sudah di beri jantung minta hati lagi. Nyusahin memang. Tapi mereka gak merasa demikian. Mereka Cuma pikir yang enak-enak aja. Ga tau sebenernya mikirnya kaya gimana. Apa mungkin orang yang di tumani adalah orang yang sombong dan pelit? Sehingga mereka sampai merasa ditumani sebegitunya. Ini adalah suatu politik kontradiksi di hati manusia yang ingin dirinya selalu benar. Tapi kalau dilihat dari sisi fisika MATERIal, orang yang di rugikan pasti orang yang di tumani. Dan yang menumani pasti selalu untung. Tidak pernah tidak. Jadi bagaimana kesimpulannya? Kalau saya berpihak kepada orang yang ditumani. Rugi materi, rugi pikiran, rugi semua. Seandainya pun yang ditumani merasa tidak nyaman sehingga membuat yang menumani jadi tidak enak atau menjadi sedikit kesal (apalagi dia sudah membuat kesal tempat pertumannya) saya tetap berpihak kepada orang yang ditumani tadi. Tidak enak loh rasanya. Apalagi kalau mereka orang yang dekat. Pasti rasa tidak enak pun muncul dan bisa dirasa ingin membantu. Saya lumayan sangat kesal kalau yang begitu-begitu terjadi sama saya. Tidak melihat keadaan dan kenyataan orang yang ditumani, pihak penuman ini tetap saja mencari keuntungan dirinya sendiri. Mungkin keglobalan ini saya kurang mengerti perkembangannya. Apa berpengaruh terhadap individualism seseorang? Atau perasaan ini datang dari hati yang kurang bersih dan hina? Kurang bersyukurkah? Atau yang mana?
Like this:
This entry was posted on October 30, 2010 at 3:02 pm and is filed under 1, Ke barat mencari kitab suci . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed You can leave a response, or trackback from your own site.