Tuman

Posted in 1, Ke barat mencari kitab suci on October 30, 2010 by Harish

Ini hari keberapa ya?

Maaf saya sudah mulai bosan menulis setiap hari hehe. Tapi beberapa hari sekali pun saya pasti akan tetap menulis. Tulisan ini memang mungkin gak nyambung sama keberadaan dan kegiatan saya disini, tapi saya ingin menulisnya.

Tuman. Apakah itu tuman? Udah di tutur di eman-eman. Haha asal aja. Sebenarnya keberadaan tuman itu ada atau tidak? Apakah itu hanyalah sebuah halusinasi semata? Apakah keberadaannya hanya takhayul?

Ternyata keberadaan makhluk tak nampak itu pun sebenarnya ada dalam lubuk dari sebagian jiwa-jiwa manusia. Sudah di beri hati minta jantung. Sudah di beri jantung minta hati lagi. Nyusahin memang. Tapi mereka gak merasa demikian. Mereka Cuma pikir yang enak-enak aja. Ga tau sebenernya mikirnya kaya gimana. Apa mungkin orang yang di tumani adalah orang yang sombong dan pelit? Sehingga mereka sampai merasa ditumani sebegitunya. Ini adalah suatu politik kontradiksi di hati manusia yang ingin dirinya selalu benar. Tapi kalau dilihat dari sisi fisika MATERIal, orang yang di rugikan pasti orang yang di tumani. Dan yang menumani pasti selalu untung. Tidak pernah tidak. Jadi bagaimana kesimpulannya? Kalau saya berpihak kepada orang yang ditumani. Rugi materi, rugi pikiran, rugi semua. Seandainya pun yang ditumani merasa tidak nyaman sehingga membuat yang menumani jadi tidak enak atau menjadi sedikit kesal (apalagi dia sudah membuat kesal tempat pertumannya) saya tetap berpihak kepada orang yang ditumani tadi. Tidak enak loh rasanya. Apalagi kalau mereka orang yang dekat. Pasti rasa tidak enak pun muncul dan bisa dirasa ingin membantu. Saya lumayan sangat kesal kalau yang begitu-begitu terjadi sama saya. Tidak melihat keadaan dan kenyataan orang yang ditumani, pihak penuman ini tetap saja mencari keuntungan dirinya sendiri. Mungkin keglobalan ini saya kurang mengerti perkembangannya. Apa berpengaruh terhadap individualism seseorang? Atau perasaan ini datang dari hati yang kurang bersih dan hina? Kurang bersyukurkah? Atau yang mana?

Minggu 3

Posted in hidup saya yang cupu on October 30, 2010 by Harish

Gak kerasa sudah minggu ke 3

Haha gile banyak banget yang sudah saya jalanin disini. Mulai dari masuk sekolah dan macem-macem adanya. Hebat lah pokonya gak kerasa. ada ulang taunnya emha dan okii. Semuanya dirayain  seru-seruan gitu sama semua anak-anak indonesia yang disini, mereka emang nyediain uang kas buat acara macem-macem sama-sama kaya gitu. Asik banget mereka rame-rame gitu. Mereka saling ngebantu buat ngasih apa yang sedang mereka butuhin atau pinginin.

Setelah itu disini juga ada mentoring gitu perkelompok yang di sediakan oleh PMIJ, Persatuan Muslim Indonesia Jepang. Mungkin kaya gitu namanya kalau tidak salah. Jadi perkelompok kecil setiap 2 minggu mengadakan pertemuan kecil-kecilan buat diadakannya pengajian sama ceramah sedikit, biar kita juga menambah wawasan agama juga disini. Nama pembimbing kelompok saya adalah Kak Udin. Dia adalah lulusan Monbugakusho D3 tahun 2005. Saya lupa nama universitasnya apa yang jelas dia mengambil jurusan wireless engineering. Cukup berat emang kalau dari jalan D3 Monbu mau mengambil S1. Banyak Syarat-syarat yang harus dipenuhi. Seperti Di “kosen” (gak tau sebenarnya tulisannya kayak apa, yang jelas itu adalah tempat mereka belajar D3 selama 3 tahun) itu mereka harus menjadi ranking 1 diantara Ryuugakusei, dan nilai rata-rata mereka harus diatas 2,8 / 3,0 . cukup berat. Tapi mereka terus berjuang buat itu.

Lagi kehidupan saya belum berakhir. Setiap akhir pekan saya harus mencari kegiatan-kegiatan yang sama sekali tidak membosankan. Karena kalau tidak bosen dan mikirnya macem-macem. Dan untungnya hari sabtu kemarin saya dan teman-teman Ryou pergi ke Hakone. Gratis lagi hehe. seru sekali. Pertama kita datang ketempat rumah pengrajin kayu disitu. Kita ditunjukin gimana-gimana cara kerajinan-kerajinan itu dibuat. Semua pakai kayu. Keren dah. ada yang berupa lukisan, benda-benda hiasan dan sebuah Himitsu Box. Himitsu Box adalah kotak rahasia yang dibukanya harus memakai kunci rahasia. Ini katanya adalah warisan paraleluhur tempat dimana mereka menyimpan rahasia-rahasia mereka. Keren abis. Saya sangat kepingin sekali, tapi apadikata gak ada duit. Mungkin kesempatan berikutnya. Setelah itu kita semua pergi naik kapal. Gak tau namanya kapal apa, di danau apa, ketempat apa, dan untuk apa. Cuma naik dan menikmati udara yang sangat dingin diatas kapal. Sekitar 20 menit diatas kapal. Kita turun dan naik bis lagi. Tempat selanjutnya adalah gunung hakone. Disini kita makan telur hitam “kurotamago” yang dimasak di air sulfur sehingga menjadi hitam. Kepercayaan orang-orang sini, kalau makan 1 telur itu menambah umur kita 7 tahun, kalau makan 2 nambah 14 tahun, gak tau deh kalau makan sekerat. Setelah itu kita kembali turun dan menuju tempat terakhir. Oh iya dari puncak hakone ini terlihat gunung fuji yang bagus banget. Emang fuji letaknya sangat strategis jadi terlihat indah. Setelah sampai bis, yang memakan waktu agak lama soalnya bisnya pindah tempat, kami pergi lagi. Tapi setelah ini Cuma ketempat belanjaan dan saya gak punya duit. Alhasil Cuma lihat-lihat aja hehe. lama perjalanan kami sampai juga ke Shinjuku Nishiguci. Dan pulang ke Desa Ookubo yang tercinta.

Emang banyak banget yang harus dijalanin dan dilaluin disini. Tapi tetap aja ada satu hal yang gak saya suka sama sekali, yaitu malam. Sepi banget malam, gak ada orang buat ngobrol, gak ada orang yang nemenin, gak ada orang yang bersenda gurau, gak ada suara TV yang menggelegar, gak ada suara gitar yang ancur-ancuran, gak ada chat-chat yang seru-seruan, gak ada capsa, gak ada elo, Cuma ada saya sendiri disini. Mendingan sih kalau di Lobby banyak orang hehe. tapi kalau udah dikamar bosannya minta ampun. Apalagi kalau minggu-minggu kaya gini, kacau deh hehe. doakan saya agar hal ini tidak terus menggerogoti diri saya.

Minggu 1

Posted in hidup saya yang cupu on October 30, 2010 by Harish

Gak kerasa sudah 1 minggu saya di Jepang.

Kemarin pagi saya sudah disambut dengan penyambutan siswa baru di gakkou ini. Isinya Cuma berbagai sambutan dari petinggi-petinggi jasso dan monbukagakusho. Lucunya orang jepang itu kalau berbicara biasanya ada text yang sudah disediakan\. Jadi kita bisa baca walaupun gak bisa kedengeran. Upacara penyambutan itu tidak berlangsung lama. Cuma kurang lebih setengah jam, kita pun setelah itu langsung di giring untuk melakukan placement test. Wow. Semoga saya di tempatkan di kelas yang terbaik buat saya. Isi testnya nihongo, matematika dan bahasa inggris. Tapi yang jadi pusat perhatian disini adalah nihongo. Dia terdiri dari 3 tingkatan; A, B dan C. Semakin keatas semakin sulit. Yang B aja gak bisa, yang C saya gak mau lihat. Tapi sepertinya kebanyakan siswa dari korea atau china itu rata-rata sudah bisa berbahasa jepang. Mungkin karena dialek dan bentuk hurufnya lumayan mirip, atau juga karena mereka sudah belajar intensif lebih dari 1 tahun. Ya lumayan serulah testnya, gak tau hasilnya gimana.

Nah hari ini tanggal 6, jadwalnya kami, saya dan karim akan membuat akun bank. Artinya selangkah lebih dekat ke benda yang bernama handphone dan internet. Mantab. Sebelum itu kami pun harus bertemu salah satu bos dari mitsui, saya lupa kalau namanya. Kami pun bertemu di Ookubo station pukul 08.40. setelah itu pergi naik kereta ke daerah yang bernama takebashi (jembatan bambu). Di daerah itu terletak kantor mitsui yang besar sekali. Kami naik, dan bertemu kedua orang tersebut. Cuma ngobrol-ngobrol sebentar, setelah itu selesai, dan kita langsung ke bank. Ngurus macem-macem, nulis sana nulis sini, dan setelah itu di proses. Sekitar 1,5 jam diproses, kami menunggu sambil makan siang. Kami makan yang namanya osushi. Berbeda dengan bayangan kani, sushi ini rasanya sangat berbeda dari yang di indonesia, lebih enak dan lebih tidak asin. Apalagi telurnya, jauh lebih enak. Lumayan lah makan siang gratis, kan dibayarin sama kadohira san, ibu angkat saya di jepang. Setelah itu kami balik lagi ke bank. Numpang shalat dan mengambil buku bank yang dibuat. Oh iya, saya belum cerita yang namana seal atau inkan. Itu adalah sebuah cap pengganti tanda tangan yang berwarna merah bertuliskan nama sendiri. Keren abis dah. Cadi tinggal di cap gitu. Selesai deh.

Setelah semuanya selesai, saya diantar ke takebashi, dan pulang sendiri haha. Gila nih nyasar gak ya? Ternyata tidak. Kami bisa sampai dengan selamat di shinjuku. Tapi ditengah perjalanan ada insiden. Saya sakit perut parah gila sampai kunang-kunang mau pingsan. Ternyata gara-gara selai roti yang saya makan tadi paginya. Sebuah selai jeruk. Sebenernya juga pertamanya saya kira selai nanas. Taunya selai jeruk dan mungkin lambung saya sudah gak kuat. Jadi akhirnya saya berhenti di salah satu stasiun dan numpang berbisnis disana. Haduh untung gak pingsan duluan. Setelah sampai di shinjuku, memang banyak sekali godaan material dijepang. Saya ingin sekali membeli macam-macam barang. Jas, Tas, Sepatu, Ipod, Kamera, haduh masih banyak lagi, ya kalu di hitung-hitung totalnya sekitar 1 bulan jatah beasiswa yang dikasih lah haha, berapa bulan nabung ya?? Doain aja ke beli semua. Amiiin.

Kerdus

Posted in mencoba untuk asal!! on October 30, 2010 by Harish

Asal-asalan aja. Kerdus itu adalah sebuah wadah biasanya dari kertas tebal sekali. Biasanya juga berbentuk kotak. Atau saya yang salah? Sebenarnya kerdus itu adalah kertas itu sendiri? Yak kedua-duanya bisalah biar adil. Kardus biasanya berwarna coklat,putih atau warna-warna lainnya. Tidak spesifik satu atau dua warna. Bebas. Kardus ini adalah tebal. Dia kokoh pendirian namun sayang sekali dia tetap kertas. Kalau diberi air dia akan basah dan jadi tidak bagus lagi. Menjadi lembek dan mudah di sobek. Dan sudah tidak banyak berguna lagi. Palingan jadi alas duduk. Kardus juga mudah terbakar. Mungkin kalau di taruh di atas api dia langsung terbakar dan menjadi kehitam-hitaman gosong dan abu. Habis tidak bersisa. Dan selain itu, kardus juga bisa ditekuk, tapi sekali ditekuk dia akan mudah ditekuk untuk daeraitu untuk selanjutnya. Tidak sesulit pertama kali. Walaupun kardus itu tebal tapi kalau dia sudah ditekuk pun, diapasti bisa ditekuk kembali kearah dan daerahnya disitu juga.

Sebenarnya saya tidak ingin bicara ini, tapi kerdus itu memang ada, kerdus dalam artian yang di mengerti oleh warga SMAN 81, dan pasti weuzzeut, yang lebih parah dari para pemain futsal, tapi memang begitu keadaannya haha. Maaf tapi saya Cuma manerka-nerka saja, tidak bermaksud apa-apa.

Hari 4

Posted in hidup saya yang cupu on October 30, 2010 by Harish

How is the 4th day??

Hari ke empat ini kegiatannya kurang berarti karena tidak ada jadwal. Memang jadi ga enak karena jadinya waktunya terasa lama sekali. Haduh. Mana tidak ada handphone atau internet, jadi tidak bisa berhubungan dengan dunia luar ataupun menghubungi keluarga di rumah. Mau bagaimana lagi? Karena kalau disini handphone itu harus dibeli bersama penanggung jawab yang berumur 20 tahun ke atas. Jadi ya saya Cuma berdiam diri di kamar, turun ke bawah untuk masak, naik lagi dan mungkin belajar-belajar sedikit untuk persiapan placement test besok tanggal 5 Oktober hari selasa. Ya sekalian nulis-nulis kaya gini juga. Eh tiba-tiba ada asri menelpon katanya angkatan atas yang bernama Lyla ingin bertemu dengan junior-juniornya. Tapi belum pasti nanti dikabari lagi. Ya lumayan juga sih biar ada kerjaan gitu keluar rumah. Tadinya sih kalau tidak ada kerjaan juga nanti sore saya ingin pergi berjalan-jalan berpetualang. Tetap saja SAYA BUTUH HANDPHONE.

Setelah lama berdiam diri ngutak ngatik buku dan memasak spaghetti carbonara gagal haha. Sebenernya bumbu white sauce itu apa sih? Katanya tepung sama susu? Terus gimana? Karena tadi coba saya masukin semua dan rasanya hambar, tak ada rasa. Untung ada sambal udang muncul sebagai penyelamat. Mantab dah kriuk kriuk. Dan untungnya saya ga muntah makan spaghetti hambar itu. Haha setelah itu kebosanan pun muncul kembali. Saya pun tertidur sejenak. Tiba-tiba ada ketukan pintu terdengar. Ternyata itu karim. Kita ngobrol-ngobrol sebentar dan ternyata dia juga senang main capsa, lumayan lah kita main sebentar dan kami pun berencana pergi lagi ke shinjuku. Soalnya dia ingin sekali secepatnya beli sebuah laptop. Mungkin orang sekarang memang tidak bisa hidup tanpa laptop. Sama layaknya handphone bagi saya. AAAAA. Tidak lama pun sebelum jam 4, asri mengabarkan bahwa Lyla hari ini belum tentu bisa mengadakan pertemuan. Yasudahlah kita juga sekalian mau pergi soalnya gak papa juga.

Kurang lebih jam 4 pun kami berangkan ke Ookubo station untuk pergi ke Shinjuku. Seperti layaknya kampung sendiri, kami sudah tidak nyasar lagi. Kami juga sudah terbiasa dengan jarak berjalan yang cukup jauh. Lumayan itung-itung olahraga. Segerapun kami sampai di BIC CAMERA yang terbesar. Karena waktu yang cukup banyak, kami lihat-lihat dulu di setiap lantai ada apa. Muncullah headphone impian, yaitu Dr.Dre’s Beat haduh. Sekitar 30-40.000 yen. Harus nabung buat beli headset kaya gitu. Amiiin. Setelah itu langsung lihat-lihat laptop. Lumayan banyak pilihannya. Tapi kami terpikir kalau bahasa jepang gimana pakainya? Setelah kami tanya Cuma ada DELL yang bisa pakai bahasa inggris. Tapi harganya juga tidak cocok dan barang tidak ready. Dia harus rakit dulu yang seperti itu. Jadi ribet juga ya. Setelah berpikir agak lama, karim pun mengurungkan niat dulu dan pergi ke LABY, salah satu toko elektronik terbesar juga di Shinjuku. Sebelum itu saya ingin melihat-lihat setrika dan vacum cleaner ecek-ecek lah buat bersihin kamar. Harganya sekitar 3000 yen. Ya kita survey dulu lah daripada daripada hehe. Setelah itu kita langsung menuju ke LABY. Ternyata di LABY sama sekali tidak ada laptop yang berbahasa inggris. Inilah bukti kecintaan penduduk terhadap negaranya. Dan mereka bangga akan itu. Tetap disiplin dan semangat di kehidupan yang keras ini. Tetap teguh pendirian dan KREATIF, yang satu ini gak habis pikir. Bener-bener kreatif ini orang-orang alien jepang. Ada kipas tanpa kipas dengan prinsip bernaulli. Gila. Sayangnya saya ga sempet foto kipas itu. Niat karim beli laptop hari ini pun gagal

Karena waktu sudah menunjukkan jam 6 lewat, kami buru-buru pulang untuk melaksanakan shalat maghrib. Kamipun mencoba shalat di mesijid yang kemaren di tunjukkan oleh akbar. Dan yak mesjid itu pun ketemu. Ada di lantai 4. Kecil rapih dan menyenangkan. Ada juga alquran berbahasa indonesia di situ, hontouni uresiidesu. Kami pun shalat maghrib dan sembari menunggu waktu isya datang karena memang sampainya sudah mepet sekali. Sekalian saja. Astaghfirullah. Setelahh seesai shalat isya saya pun membeli bahan makanan lagi seperti saos dan ayam beku. Semoga masakan saya kali ini berhasil dengan sempurna!! Karim pun ikut berbelanja. Kali ini saya juga membeli sebuah kartu telfon Internasional. Lumayan katanya bisa bicara sampai 1 jam. Berbagai toko kita masuki. Dan akhirnya perutpun terasa lapar. Karena saya juga belum bikin nasi, dan sebenarnya pingin coba makanan india yang ada di depat Ookubo, akhirnya kita makan disitu. Porsinya banyak banget beneran dah. Lumayan juga buat makan besok pagi lagi hehe, jadi dibungkus deh setengahnya.

Sampai rumah, saya langsung mau coba kartu telpon yang telah saya beli. Dari telfon kamar susah sekali, walaupun masuk dan suruh masukin PIN nya, tetep gak nyambung. Saya sempet putus harapan. Akhirnya saya sempet memutuskan untuk mencoba memakai telfon umum yang ada dibawah. Setelah berkonsultasi dengan aisyah dan temannya, mereka juga tidak tahu cara penggunaannya bagaimana. Saya tetap mencoba. Beberapa kali saya ulangi, akhirnya nyambung!! Saya ngobrol agak lama sama ibuy dan ayah, lumayan. Soalnya kemarin saya menelfon dan pulsanya habis seketika. Huah senang. Akhirnya hari inipun berakhir bahagia.

Hari ke3 (mikka)

Posted in Uncategorized on October 30, 2010 by Harish

Yak hari ke tiga, jugatsu tcuitaci. 1 oktober. Hari ini jadwalnya gaikokujin torokushoo, yaitu buat alien card, karena saya akan menjadi alien disini cukup lama. Sebelumnya alien itu makhluk asing, dan sebenernya mereka itu yang alien buat saya haha. Jadi kartu ini sebagai izin melihat-lihat kehidupan alien disini.

Memang sih jadwalnya itu dimulai sekitar jam 9.30, tapi untuk shalat shubuh saya tetap bangun sekitar jam 4.30 A.M.. Rasanya dingin beneerrr. Saya juga mau coba mandi sekitar jam segitu, takut belum masuk waktu shalat shubuh, lalu saya mandi dulu kebawah. Alhasil tidak ada orang sama sekali. Masih sepi. Saya memberanikan diri buat mandi lah. Yang itu namanya air ya kaya es batu berjatuhan, dingin banget. Mau gimana lagi, sudah terlanjur basah (dalam arti yang sebenarnya). Ya saya teruskan saja berbeku-beku ria di kamar mandi. Setelah itu saya naik keatas. Tadinya mau bikin makan, tapi pintu dapur belum dibuka. Ya jadi langsung naik ke lantai 5 nan jauh itu. Setelah itu saya tidur lagi. Sayang masih sekitar 3 jam lagi, mending dipakai buat tidur.

Sekitar jam 8 saya bangun. Kerasa banget kalau jarang bergerak jadi kerasa ngantuk dan capek. Tapi kalu kita bergerak, di isi macem-macem kegiatan, kita mungkin merasa capek sedikit, tapi hidup kita jadi lebih berisi, ga diem ngantuk-ngantukan. Setelah jam 8 saya bangun itu, saya memulai kebiasaan baru saya, yaitu menulis blog harian gini. Bodo amat orang mau mikir kaya apa, definisi blog itu apa, seharusnya blog itu seperti apa, tapi demi menyalurkan kesendirian ku ini, saya menulis blog seperti buku harian kaya gini. Biasa lah.. hari-hari pertama pasti banyak yang diceritakan. Semoga sampai akhir masih akan banyak sekali yang diceritakan, walau bisa jadi nanti saya sangat sibuk, doakan saja, minimal seminggu sekali lah. Gak kerasa saking asiknya nulis, udah jam 9.15. okada san wa boku ni denwa o kakemas. Ms. Okada menelpon ke kamar, agar disegerakan turun ke Lobby. Untung sudah sadar dan sudah setengah bersiap-siap, saya pun turun dengan cepat. Dan dibawah sudah berkumpul orang-orang yang ingin juga mendaftarkan di permainan alien card ini.

Ada sekitar 11 orang tepatnya. Tepat sekali sih sebenernya. Kami pun ke11an ini berkenalan selagi kami berangkat ke shinjuku ternyata, untuk daftar alien card dan asuransi kesehatan. Di gedung kementrian. Setelah setengah jalan kami semua pun sudah berkenalan, karena jalannya lumayan jauh ya kami ngobrol-ngobrol agak banyak. Ada 7 orang dari thailand, dan 2 orang sepertinya dari taiwan, sisanya saya dan karim dari Indonesia. Semoga saya masih inget namanya, dari thailand. Not, Tod, Peace, Jade, Wise, Aist, dan Book, haha semua nama itu kayanya nama Inggris mereka, bukan nama asli. Kalau yang dari Taiwan itu Andy dan Kevin. Sama juga, itu bukan nama asli mereka. Kami ngobrol ngobrol banyak dan standar. Kaya orang yang baru pertama bertemu aja. Akhirnya kita semua sampai di shinjuku dan sampai juga di kantor kementrian. Untung tidak lupa dengan bawaan dokumen yang diperintahkan untuk dibawa sebelumnya, kami semua mengikuti prosedur pendaftaran aliencard dan health assurance. Di dalam pembicaaraan kali ini, ternyata dari yang saya ketahui, anak-anak dari thailand ini dibiayai dari S1 sampai S3 tingkat Doktoral, Wow. Mereka bukan berasal dari beasiswa monbugakusho, mereka diberi beasiswa dari pemerintahnya sendiri, pemerintah thailand. Sekitar 10 tahun disini. Ahaha dan baru berjalan 5 hari, lebih banyak 2 hari dari saya.

Entah kenapa, sekitar jam 11.30, prosedurnya di namakan “menunggu” dan selesainya sekitar jam 2 siang.  Teringat hari ini adalah hari Jum’at. Kita mau shalat jumat dimana? Jadi pertanyaan terbesar. Memangsih kemarin diberi tahu kalau setiap jumat di dormitoy itu ada shalat jumat. Setelah lama berkonsultasi dan mencari-cari seuprit tempat kosong untuk shalat, kesimpulannya kita akan minta izin untuk kembali ke ryou. Dan okey, kami akan berpetualang. Setelah di minta izin, dan benar kami memang berpetualang di Shinjuku. Dengan jalan yang tidak sesuai dengan jalan yang pertama kali membawa kita ke kantor kementrian, kami pun berpetualang dibawah tanah. Mutar muter wara-wiri, lumayan jauh juga, kami akhirnya sampai ke JR Line, yaitu lajur no. 16 dan jalur itulah yang bisa membawa kami pulang ke Ryou. Aman sudah. Walaupun ketemu dan naik keretanya itu sekitar jam 11.48 masih sempat kami kembali ke Ryou sebelum shalt jum’at dimulai. Setelah itupun tidak lama kami shalat jumat dengan teman-teman semua yang sedah istirahat. Shalat jumat berlangsung dengan cepat. Dan lalu selesai. Kami butuh makan. Makanan halal. Eh ada syokudou di ryou dan saya pun mencobanya. Kami di beri tahu sama M.H. dan Akbar. 2 orang lulusan Monbusho D3 tahun lalu. Saya dan karim pun angsung menuju ke syokudou tersebut. Tidak terlalu mahal, hanya 380 yen saja, dari pada makan diluar yang bisa sampai 700 – 800 yen. Tapi memang yang lebih baik bikin sendiri sih. Jauh lebih murah. Dan nanti malam saatnya saya praktek membuat makanan sendiri. Setelah selesai makan, karena tidak ada sesuatu pun yang ingin dikerjakan, kami pun langsung pergi balik lagi ke shinjuku. Karena sudah agak berpengalaman, kami pun tidak menemukan kesulitan yang berarti dalam pengembalian diri ke kementrian ini.

Memang tidak begitu lama karena tujuannya Cuma mengambil dan bayar iuran, kami semua serombongan pun  selesai dengan cepat. Mulai dari sini terserah rombongan mau jalan sendiri-sendiri atau berkelompok, pokoknya bebas mulai dari sini. Saya dan karim pun memilih berjalan-jalan bersama anak-anak dari thailand yang sedang mencari peralatan elektronik. Kami pun ke sebuah toko yang bernama BIC CAMERA. Toko yang super gede dan isinya semua elektronik. Tujuan saya Cuma mau lihat-lihat handphone yang ingin saya beli. Memang banyak sekali pilihan handphone. Dan saya akhirnya memutuskan bahwa nanti tanggal 7 saya akan membeli sebuah Iphone 4. Selain handphone nya sendiri 0 yen, iphone memiliki banyak keunggulan salah satunya skype. Yang memungkinkan kita berhubungan melalui internet dan menhemat banyak sekali biaya. Dan di BIC CAMERA ini karim dan salah satu teman dari thailand ingin sesegera mungkin untuk membeli laptop. Mungkin kita yang sekarang ini tidak bisa hidup tanpa laptop ya kan? Si Not (teman thailand) ingin membeli laptop yang sepsifikasinya cukup tinggi dan katanya yang setidaknya bisa disandingkan dengan alienware sebagai pembanding. Sedangkan karim hanya ingin membeli laptop untuk kebutuhan minimum. Setelah lama berputar-putar, kami tidak menemukan yang cocok di BIC CAMERA, kami pergi ke BIC CAMERA yang lainnya. Setelah di beri tahu ada 3 BIC CAMERA masing masing 5 lantai itu yang terletak di Shinjuku. Haduh bisa gawat kalau begini. Banyak banget. Akhirnya kita menentukan tempat berkumpul waktu jam 3.30 di lobby yang namanya hall C. Saya juga berniat melihat-lihat gitar untuk main-mainan di kamar. Ternyata tidak ada, semua adalah alat musik elektronik. Si penjaganya bilang mungkin kalau di dalam pepe itu ada yang jual alat musik akustik. Akhirnya saya kembali kerombongan lihat-lihat laptop. Dan 3.30 pun datang. Saya dan karim pun memutuskan untuk pulang ke asrama karena kami dipinjami kartu gratis shinjuku ookubo oleh mufli dan akbar, dan kami harus mengembalikkannya, takut-takut mereka mau pulang cepat. Sebelum pulang kami pergi ke pepe. Kalau saya ingin lihat gitar dan ke 100 yen shop buat beli peralatan. Tidak begitu lama, kami pun kembali pulang ke asrama. Sebenarnya perjalanannya cukup lama karena jauh dari stasiun, tapi apa yang mau diceritakan? Isinya Cuma saya melihat alien2 yang bergerak.

Setelah sampai di Dormitory, saya beristirahat sejenak dan teringat saya ingin membeli beras dan bahan-bahan makanan yang lain. Saya turun ke lobby untuk bertanya kepada senpai-senpai. Dari pembicaraan mereka, ada seorang teman seangkatan mereka yang sakit cukup parah. Dan ereka ingin membantu sebisanya untuk menolong ibunya yang sedang pindahan penginapannya disini. Sekalian itu, setelah shalat maghrib saya di antar ke toko halal dan di beri tahu tempat-tempat yang murah untuk membeli bahan-bahan pokok karena tidak begitu jauh dari stasiun ookubo. Saya di antar sampai ke tempatnya. Di jejeran situ banyak toko-toko halal yang berkeliaran, dan katanya harganya cukup terjangkau. Saya membeli beras dan kecap manis untuk masak besok. Sepulangnya dari situ saya juga membeli minyak dan telur.

Tidak terasa sekali, jalan-jalan yang lumayan jauh tadi, ketika saya sampai di asrama, baru menunjukan pukul 7 malam. Tanpa basa-basi, saya mencoba membuat nasi dengan rice cooker baru saya. Wiih dengan kesabaran saya menunggu, beras yang dimasukkan Cuma sedikit. Mengerjakan sesuatu yang lain seperti menulis blog ini, dan beres-beres kamar yang selalu hancur. kurang lebih 1 jam, nasi pun jadi selesai dimasak. Enak banget, suer. Apa mungkin efek rice cooker baru? Haha yang penting enak. Makan malam saya berakhir pada pilihan lauk abon, karena males turun buat masak lagi. Besok pagi aja. Cukup banyak saya masak, akhirnya karim pun saya beri sebagian nasi yang saya buat. Dan hari pun berakhir. Karena efek kenyang saya langsung mengantuk, dan ja 12 malam pun saya tertidur lelap.

Hari 2

Posted in hidup saya yang cupu on October 30, 2010 by Harish

Hai hari kedua (kayaknya hutsuka)

Hari kedua ini tidak ada kegiatan yang wajib sih. Cuma kerjaannya nyoba2 fasilitas di ryou ini.

Pertama pagi-pagi saya mencoba namanya shower room.

Shower room ini terletak (sesuai yang saya bilang sebelumnya) di lantai 1, beda 4 lantai dari lantai 5. Jarak tempuh jika ditarik garis lurus sama dengan akar dari 122 + 202. Walaupun terlihat dekat(tchikai) , hal ini sangatlah berat jika kita pertimbangkan ini dilakukan di pagi hari(asa). Di jepang waktu berasa sangat cepat berganti, orang-orang bergerak dengan sangat detail, cepat (hayai), dan akurat. Tidak ada waktu yang tersisa buat nganggur-nganggur. Nah orang-orang jepang ini biasanya beraktifitas sampai larut malam, kalau jam-jamannya sekitar jam 12 sampai jam 2 lah. Setelah itubaru mereka tidur, dan mengakibatkan bangunnya lebih siang dari pada orang-orang di Indonesia (dan saya beum terbiasa dengan hal ini) sekitar jam 7 atau jam 8 lah. Kalau kita orang islam (muslim) wajib menjalan kan solat subuh dan telah terbiasa bangun sangat pagi. Ya kurang lebih sekitar jam 5 pagi hari dan mandi setelah itu. Saya mencoba mempraktikannya di sini. Dan hasilnya, suhu di jepang itu sekarang sudah lumayan dingin + air yang sudah agak dingin hasilnya air yang sudah lumayan agak SANGAT dingin (totemo samui). Tidak berbohong. Tapi seger sih, Cuma tantangan terbesarnya pada saat pertama mau kena air aja, kalau sisanya kah tanggung tuh kalau sudah kena air (mizu). Oh iya shower room ini dilindungi dengan pintu (jeruji) besi yang sangat tebal(atsui doaa) dan memakai PIN. PINnya terdiri dari 5 huruf dan angka. Jadi yang bukan siswa ataupun siswa perempuan tidak bisa masuk ke shower room laki-laki. Begitu juga sebaliknya.

Baru setelah itu saya mancoba telpon yang ada di kamar saya. Telpon ini pembayarannya berbentuk pra bayar. Kita bisa isi ulang dibawah. Cuma dengan menggesek kartu yang diberikan dan memasukkan uang ke dalam mesin itu dan menggeseknya lagi. Setelah itu pulsa (bahasa yang sering kita sebut di Indonesia) sudah terisi sebesar 1000 yen. Katanya sih tarifnya mahal banget. 1000 yen itu Cuma bisa nelpon 10 menit, atau kurang atau lebih sedikit.(walaupun sebenernya punya saya itu belum habis) Yang jelas nelpnnya gak bisa lama-lama. Tapi dengan telpon ini berguna banget walaupun Cuma ngomong sebentar yang penting kita sudah memberi kabar ke orang tua dirumah. Takutnya orang tua dirumah khawatir (sinpaisimas).

Setelah itu saya dia ajak senpai saya yang bernama iandre berkeliling dan nanti akan diajak (diperalat) ke kamarnya yang di daerah lumayan jauh (kayaknya tokorozawa).  Walaupun sedikit agak ngaret sekitar jam 4an kita berangkat. Pertama kita ke shinjuku mau cari barang elektronik di toko yang namanya LABY. Saya juga kurang mengerti. Toko-too kaya gini tuh banyak sekali dijepang. Padahal isinya Cuma elektronik (tapi lengkap sih bukan Cuma) itu terdiri dari 4 sampai 5 lantai 1 toko. Dan di shinjuku aja (katanya) ada 5-6 toko yang kaya gitu haduh. Harganya sangat fluktuatif. Bisa sangat murah (totemo yasui) bisa sangat mahal (totemo takai). Saya kesana berniat lihat-lihat (survey) kulkas (reizoko), microwave, rice cooker, dan denshi jisho. Dan sekalian karim mau lihat-lihat beli laptop.  Dan saya ngelihat rice cooker yang lumayan murah dan kepingin beli pas pulang dari rumahnya Iandre. Setelah selesai liat –liat, saya di ajak dan lebih asiknya lagi ditraktir makan sama Iandre, di sebuah resotran itali di daerah yang ga tau namanya, katanya sih 3 stasiun sebelum tokorozawa. Kita disitu duduk sambil ngobrol-ngobrol banyak tentang hidup di Jepang dan gimana tentang masa-masa gakkou dan perkuliahannya. Banyak yang kita baru tahu dan tetep diingetin bahwa di sini tuh jangan ngeremehin segala sesuatu. Yang kita anggap gampang bisa ternyata itu sangatlah susah. Katanya walaupun begitu susah kuncinya kita perlu berpikir seperti orang jepang. Orang jepang juga kalau disuruh ngerjain soal SPMB di Indonesia juga dia yakin pada gak bisa. Semua bergantung pada cara berpikir masing-masing. Yang bisa dipengaruhi lingkungan hidup yang berbeda-beda. Dan diperingati 1 hal lagi. Jangan sama kan kita dengan monbugakusho, anak-anak monbu itu saingannya anak-anak monbugakusho juga. Mereka sudah dapet jatah tersendiri di Universitas-universitas negri. Tapi mereka harus bersaing mendapatkan yang mereka inginkan. Sedangkan kita dari beasiswa mitsui, butuh kekuatan untuk bersaing secara frontal melawan anak-anak dari korea, cina, arab, dll. Dan katanya (isu yang beredar di dunia ini) anak-anak ini belajar gila-gilaan mati-matian untuk mendapatkan yang mereka impi-impikan. Yak memang benar kita harus berjuang juga mati-matian. Nah setelah agak lama kita makan. Tak terasa uda waktu shalat magrib. Iandre menyarankan kita naik taksi aja biar waktunya masih sempat untuk shalat maghrib. Dan tidak banyak nyasar Cuma sedikit muter, kita sampai kerumah Iandre. Kontrakannya sangat bagus dengan segala fasilitas yang ada, dan harga yang ditawarkan. Cuma sayang, letaknya agak jauh dari pusat kota atau pusat keramaian, sekitar 1 jam perjalanan. Tapi hidup itu pilihan. Tidak akan mungkin dengan harga yang sama bisa mendapatkan fasilitas sebegitu bagus seperti disitu. Tak lama kemudian setelah masuk ke rumahnya, iandre tidak kunjung lupa dengan niat dari lubuk hatinya untuk memperalat kita membersihkan rumahnya. Ya mau gimana lagi? (sikataga naranai) sebagai junior yang baik marilah kita bersihkan.

Kita di situ tidak begitu lama, kurang lebih satu jam. Bisa dibayangkan kalau ketujuan dan perjalanannya lebih lama di perjalanan. Iandre turut mengantar kita kembali ke shinjuku, untuk berbelanja elektronik. Sebenarnya saya yang ingin membeli rice cooker. Cukup murah sih dengan harga sekitar 6000 yen yang pada hari itu sedang discount 50%. Saya pikir barangnya masih ada, karena waktu kunjungan kami sebelumnya masih tersisa 3 unit rice cooker tersebut. Tapi waktu datang lagi, dan tokonya juga hampir tutup, yang ada hanya tinggal barang yang di display, ya pertaruhan lah karena barangnya memang dibutuhkan. Akhirnya saya beli itu rice cooker. Setelah itu karena kita sudah berjanji sama asri  (senpai (angkatan mitsui sebelumnya walaupun umurnya lebih muda)) jam 10 malam di Okubo station (eki)  kita Cuma melihat-lihat denshi jisho sebentar. Harganya sekitar 30.000 yen. Dan sedikit melirik-lirik ke setrika, padahal nyuci disini aja belom pernah haha. Soalnya barangnya kelihatan aneh dan bagus-bagus semua. Tidak lama kemudian kami naik JR line lagi ke Ookubo station. Untung ga begitu telat, dan pas sama Asri sampai ke situ, juga bertemu temennya Asri gak tau siapa dan memberikan celah suatu kesempatan karena datangnya kohai baru yang laki-laki untuk bisa bermain bola bersama-sama. Karena tahun lalu jumlah pemainnya kurang banyak. Setelah itu kita langsung kembali ke dormitory (ryou) tidak lupa membeli bento dulu karena walaupun rice cooker ada, berasnya belum beli haha. Lets see if i could break the super challanging test of rice maker of the day!

Ja mata!